Penyebab Ketuban Pecah Dini

646 views

Biasanya air ketuban pecah ketika sanga ibu mengalami kontraksi saat hendak melahirkan seorang bayi.  Namun, ada kalanya air ketuban dapat pecah dini yang mengakibatkan komplikasi serius pada si ibu. Untuk itu, anda perlu tahu Penyebab Ketuban Pecah Dini agar anda dapat mengatasi sejak dini.

Bunda, selama kehamilan janin dalam kandungan dilindungi dan dikelilingi oleh membran (selaput) yang berisi cairan yang disebut kantung ketuban. Beberapa saat sebelum janin atau bayi lahir, kantung tersebut akan pecah dan cairan yang disebut air ketuban akan keluar melalui vagina. Akan tetapi, ada kalanya air ketuban pecah dini atau dapat pecah kapan saja sebelum usia kandungan berumur 37 minggu.

Faktor penyebab ketuban  pecah dini

Biasanya ketuban pecah dini dapat menyebabkan persalinan prematur alias bayi di lahirkan sebelum waktunga. Penyebab air ketuban pecah lebih awal disebabkan oleh beberapa faktor seperti :

  • Infeksi rahim, leher rahim, atau vagina. Ini adalah pemicu umum ketuban pecah dini.
  • Trauma, akibat kecelakaan kendaraan bermotor, terjatuh dan sebagainya
  • Rahim dan kantung ketuban yang terlalu melar. Hal ini di akibatkan oleh jumlah janin dalam kandungan lebih dari satu atau volume cairan ketuban yang terlalu banyak.
  • Menjalani operasi natau biopsi serviks.
  • Stress atau merokok selama kehamilan
  • Perdarahan vagina selama kehamilan
  • Pernah mengalami ketuban pecah dini pada kehamilan sebelumnya
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol
  • Indeks massa tubuh ibu hamil rendah

Akibat komplikasi ketuban pecah dini

Ketuban pecah dini bisa di anggap sebagai hal yang serius karena dapat mengakibatkan

  • Bayi lahir prematur
  • meningkatnya risiko terjadinya retensio plasenta (sebagian atau semua plasenta tertinggal di dalam rahim). Akibatnya kondisi ini dapat terjadi perdarahan postpartum primer dan sekunder (kehilangan darah dalam waktu 24 jam hingga 6 minggu setelah melahirkan)
  • Oligohidramnion (cairan ketuban terlalu sedikit) bila terjadi pada kehamilan usia muda. Kondisi ini akan menyebabkan infeksi pada janin bahkan kematian janin.
  • Solusi plasenta (terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta dari dinding rahim sebelum proses persalinan terjadi).
  • Tali pusat janin putus
  • Ketika ketuban pecah, kuman dapat bermigrasi ke dalam kantung ketuban hingga menyebabkan infeksi dalam rahim. Gejalanyua termasuk suhu tubuh naik, keputihan yang tidak biasa, vagina berbau yang tidak enak, denyut nadi cepat, nyeri di perut bagian bawah dan detak jantung bayi menjadi lebih cepat dari biasanya
  • Ketika cairan ketuban hilang, tali pusat bisa terjepit di antara bayi dan dinding rahim. Akibatnya, bayi bisa mengalami cedera otal atau bahkan kehamilan.
  • Jika ketuban peceh sebelum kehamilan memasuki usia 23 minggu, paru-paru bayi kemungkinan tidak akan berkembang dengan baik. Karena di awal kehamilan, cairan ketuban di butuhkan bagi terbentuknya  jaringan paru-paru.
  • Jika ketuban pecah di usia 18 dan 22-23 minggu masa kehamilan, maka jaringan paru-paru pada janin tidak akan pernak dapat terbentuk. Selain itu, anggota tubuh janin lainnya kemungkinan juga tidak akan berkembang secara normal.

Jika anda merasakan hal yang gak biasanya seperti air ketubah pecah dini, sebaiknya anda segeralaha periksakan ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan terjadi. Air ketuban yang pecah dapat di indentifikasi dengan ciri-ciri keluarnya ciran berwarna bening, adanya bintik-bintik putih dan keluarnya cairan keputihan disertai darah dan lendir yang tidak berbau.

Demikian lah artikel kesehatan yang kami sampaikan, terima kasih anda sudah menyimak dan membaca artikel kami semoga informasinya bermanfaat. Salam sehat

Penyebab Ketuban Pecah Dini

Leave a reply "Penyebab Ketuban Pecah Dini"

Author: 
    author
    No related post!